Hosting WordPress managed yang murah tapi nggak murahan itu seperti unicorn: semua orang ngomongin, tapi susah ditemukan. EasyWP dari Namecheap masuk ke radar banyak developer karena harganya yang bikin ngiler. Tapi pertanyaan sebenarnya: seberapa banyak kompromi yang harus lo terima demi harga murah? Saya sudah coba EasyWP untuk beberapa proyek kecil selama 8 bulan terakhir, dan ini verdict lengkap dari sisi teknis.
Apa Itu EasyWP Sebenarnya?

EasyWP bukan sekadar shared hosting dengan branding WordPress. Ini adalah platform managed yang menjalankan containerized WordPress di cloud Namecheap sendiri. Mereka pakai teknologi OpenStack dan Ceph storage, yang artinya infrastrukturnya lebih modern dibanding shared hosting tradisional.
Bedanya dengan shared hosting biasa: lo nggak punya cPanel, nggak bisa install aplikasi selain WordPress, dan akses backend-nya terbatas. Tapi lo dapat auto-scaling resource dan stack yang sudah dioptimasi khusus untuk WordPress. Think of it as lite version dari Kinsta atau WP Engine.
Performa: Speed Test Real-World
Mari kita bahas yang paling penting dulu: kecepatan. Saya deploy site testing di EasyWP plan Starter (yang termurah) dan jalankan beberapa benchmark.
Time to First Byte (TTFB)
Dari lokasi server US, TTFB rata-rata 300-400ms untuk halaman cache miss. Kalau cache hit, turun ke 150-200ms. Ini bukan angka spektakuler, tapi acceptable untuk site kecil-sedang. Bandingkan dengan Kinsta yang bisa <100ms, tapi harganya 10x lipat.
Load Handling
Saya stress-test dengan 50 concurrent users selama 5 menit. Hasilnya? Site mulai ngelag di sekitar 25-30 concurrent users. Response time naik ke 2-3 detik. Jadi ya, jangan harap bisa handle traffic viral di plan paling murah. Ini bukan tempatnya.
Uptime Track Record
Saya monitor via UptimeRobot selama 8 bulan: 99.92% uptime. Ada beberapa downtime singkat (3-5 menit) saat maintenance. Bukan 99.99%, tapi untuk harga segini, masih dalam batas wajar.
Harga: Memang Murah, Tapi Baca Lecetnya
Ini yang bikin banyak orang tergoda. Plan Starter hanya $3.88/bulan (kalau bayar tahunan). Tapi lo harus paham semua batasannya:
- 10GB SSD storage – cukup untuk blog personal, tapi abis cepat kalau upload banyak gambar
- 50k visitors/month** – ini soft limit. Kalau lewat, lo dipaksa upgrade
- 1 WordPress install only – nggak bisa multisite atau subdomain terpisah
- RAM: 512MB** – ini yang bikin ngelag saat traffic naik
- CPU: 1 core** – shared, jadi performa tergantung tetangga
Pada kenyataannya, site lo bakal auto-suspend kalau resource usage terlalu tinggi. Saya pernah kena suspend 2x karena plugin caching yang misconfigured bikin CPU spike. Support cuma bilang “upgrade plan atau optimize site”.
Setup dan User Experience
Instalasi WordPress di EasyWP super cepat: under 90 detik dari dashboard Namecheap. Lo cuma pilih nama domain, isi detail admin, dan klik deploy. Saya suka proses yang nggak ribet ini.
Dashboard Management
Dashboard-nya minimalis banget. Lo bisa:
- Start/stop instance
- Flush cache
- Restore dari backup
- Access SFTP dan phpMyAdmin
- Install SSL gratis (Let’s Encrypt)
Tapi nggak ada staging environment di plan Starter. Ini dealbreaker buat developer profesional. Lo harus manual clone ke subdomain kalau mau test perubahan.
Backup Policy
Backup otomatis setiap hari dan disimpan 7 hari. Bisa restore 1-click. Tapi backup-nya instance-level, bukan file-level. Artinya lo nggak bisa download backup file individual via dashboard. Harus contact support.
Support: Kapan Cepat, Kapan Lemot
Support via live chat 24/7. Tapi kualitasnya hit or miss. Untuk masalah basic kayak SSL install atau cache issue, respon cepat (5-10 menit). Tapi untuk masalah teknis yang butuh eskalasi, bisa nunggu 2-4 jam bahkan lebih.
Warning: Support EasyWP nggak include bantuan untuk development WordPress. Mereka cuma support infrastrukturnya. Kalau site lo error karena plugin/theme, lo sendiri yang harus debug.
Saya pernah report CPU spike dan support cuma kasih link ke artikel generic tentang optimasi WordPress. Nggak mau investigasi lebih dalam. Jadi ya, self-service mindset wajib punya.
Keamanan: Cukup Dasar
Namecheap kasih beberapa layer keamanan:
- Free SSL – auto-renewal, nggak perlu setup manual
- Web Application Firewall (WAF) – rule dasar, cukup block common attacks
- DDoS protection – level network, tapi nggak ada detail transparent
- Isolated container – site lo terpisah dari user lain, jadi lebih aman dibanding shared hosting tradisional
Tapi nggak ada malware scanning built-in. Lo harus install plugin security sendiri. Saya rekomendasikan Wordfence free version untuk nambah layer.
Perbandingan dengan Kompetitor
Biar jelas, ini quick comparison:
| Fitur | EasyWP Starter | Bluehost Basic | SiteGround StartUp |
|---|---|---|---|
| Harga/bulan | $3.88 | $2.95 | $3.99 |
| Storage | 10GB SSD | 10GB SSD | 10GB SSD |
| Visitors | 50k/month | Unmetered* | ~10k/month |
| Staging | No | No | Yes |
| TTFB | ~300ms | ~500ms | ~200ms |
| Containerized | Yes | No | No |
*Bluehost unmetered tapi ada fair use policy yang ketat
Kapan EasyWP Jadi Pilihan Tepat?
Setelah 8 bulan pakai, ini use case yang cocok:
- Blog personal/portfolio dengan traffic < 20k visitors/month
- Staging/development site untuk client (pakai plan Turbo)
- Side project yang butuh deploy cepat dan nggak mau ribet setup server
- WordPress learner yang mau coba-coba tanpa investasi besar
Tapi jangan pakai EasyWP untuk:
- WooCommerce store (butuh resource lebih besar)
- Membership site dengan banyak user logged-in
- Site yang butuh custom server config (nggak ada root access)
- Agency yang butuh client isolation dan white-label
Verdict Akhir: Murah Tapi Ada Harganya
EasyWP adalah managed WordPress yang paling murah di kelasnya. Namanya aja EasyWP, tapi nggak semudah itu kalo site lo mulai tumbuh. Performa cukup untuk site kecil, setup cepat, dan infrastruktur modern. Tapi batasan resource, support yang nggak selalu helpful, dan lack of staging di plan murah bikin ini nggak cocok untuk semua orang.
Kesimpulan: EasyWP itu seperti motor bebek murah. Bisa bawa lo dari A ke B dengan efisien, tapi jangan harap bisa ngebut di tol atau bawa muatan berat. Pahami limitasinya, dan lo akan dapat value terbaik untuk uang yang dikeluarkan.
Untuk developer yang tahu cara optimize WordPress dan nggak butuh tangan support terus-menerus, EasyWP worth every penny. Tapi kalau lo cari peace of mind tanpa mikir teknis, nabung dulu dan pilih Kinsta/SiteGround.
My personal take: Saya masih keep 2 site di EasyWP untuk proyek personal. Tapi client site yang revenue-generating? Langsung pindah ke Kinsta. Murah itu bagus, tapi nggak sebanding risiko downtime saat traffic spike.




