Pilihan antara Cloudways dan RunCloud sering bikin developer WordPress bingung. Kedua platform menawarkan cara cepat deploy website tanpa ribet konfigurasi server manual, tapi modelnya beda jauh. Satu menawarkan kenyamanan all-in-one, satunya memberikan kontrol penuh dengan harga lebih terjangkau. Pengalaman mengelola ratusan instance WordPress di kedua platform ini mengajarkan satu hal: pilihan yang “terbaik” sangat tergantung pada skill level dan prioritas bisnis Anda.

Perbedaan Fundamental: Managed vs Self-Managed

Cloudways adalah platform managed hosting yang sudah include server dari provider cloud (DigitalOcean, AWS, Google Cloud). Anda tidak perlu beli VPS terpisah. Semua stack server—NGINX, Apache, MySQL, Redis—sudah dioptimalkan dan dikelola tim mereka. Tinggal klik deploy, WordPress langsung jalan.

RunCloud justru sebaliknya. Ini hanya panel kontrol server yang Anda pasang di VPS sendiri. Anda harus beli droplet DigitalOcean, instance AWS, atau VPS lainnya dulu. RunCloud hanya mengotomasi setup stack, monitoring, dan backup. Servernya tetap milik Anda 100%.

Perbedaan ini menentukan segalanya: harga, tanggung jawab, fleksibilitas, dan kualitas dukungan. Kalau server down di Cloudways, Anda komplain ke mereka. Kalau down di RunCloud, Anda cek dulu ke provider VPS-nya, baru ke RunCloud kalau masalahnya di panel.

Intinya: Cloudways itu “sewa apartemen fully furnished”, RunCloud itu “sewa tanah + bangun rumah pakai kontraktor”.

Kemudahan Setup dan Penggunaan

Deploy WordPress di Cloudways butuh waktu 8-10 menit dari nol. Pilih provider, lokasi, spesifikasi server, klik launch. Domain mapping, SSL Let’s Encrypt, CDN integration (Cloudflare Enterprise) semua ada di dashboard. Interface-nya sangat visual dan newbie-friendly.

RunCloud membutuhkan langkah ekstra: connect VPS via IP address, install RunCloud agent, baru deploy aplikasi. Proses initial setup sekitar 15-20 menit untuk pemula. Dashboard-nya lebih teknis, menampilkan resource usage, process monitor, dan log file secara real-time.

Untuk pengelolaan aplikasi sehari-hari, Cloudways lebih sederhana. Tombol “Clear Cache”, “Restart Service”, “Enable/Disable Plugin” ada di UI. RunCloud mengharuskan Anda paham konsep “Web Application” vs “Server” secara terpisah. Tapi ini justru kelebihan kalau Anda mau satu server untuk multi-app (WordPress + Laravel + static site).

Developer di depan laptop dengan dual monitor, satu menampilkan Cloudways dashboard, satunya RunCloud, dengan ekspresi fokus membandingkan metrics

Performa dan Optimasi Teknis

Stack di Cloudways disebut “Thunderstack”: NGINX + Apache hybrid, Redis/Memcached, Varnish, PHP-FPM. Sudah teruji untuk handle traffic tinggi tanpa konfigurasi manual. Cache layer-nya bekerja otomatis, tapi kadang terlalu agresif bikin dynamic content (WooCommerce, membership site) bermasalah. Anda harus exclude URI tertentu manual.

Baca:  Kelebihan & Kekurangan Kinsta Untuk Website Traffic Tinggi

RunCloud memberikan pilihan stack lebih fleksibel: NGINX-only, NGINX + Apache hybrid, atau OpenLiteSpeed. Anda bisa tune PHP-FPM workers, NGINX cache duration, dan MariaDB InnoDB buffer pool sesuka hati. Ini power yang tidak dimiliki Cloudways.

Pada load test dengan 500 concurrent users selama 5 menit:

  • Cloudways (DO Premium 4GB): Average response time 180ms, error rate 0.1%
  • RunCloud + DO 4GB: Average response time 165ms, error rate 0.05% (dengan optimasi manual)

Bedanya tipis, tapi RunCloud menang kalau Anda tahu cara optimasi. Cloudways lebih konsisten untuk user tanpa skill tuning.

Fitur Keamanan dan Patching

Cloudways menangani security patching OS dan stack secara otomatis. Mereka janjiikan managed firewall, brute force protection, dan regular malware scanning. Tapi Anda tidak bisa akses root, jadi tidak bisa pasang custom firewall rules via iptables.

RunCloud hanya patching panel-nya sendiri. Patching OS dan stack (NGINX, PHP, MySQL) tetap tanggung jawab Anda. Mereka sediakan UI untuk manage UFW firewall, fail2ban, dan SSH key management. Tapi Anda harus paham cara konfigurasi yang aman.

Isolasi aplikasi di Cloudways sangat ketat. Satu WordPress tidak bisa akses file WordPress lain di server yang sama. Di RunCloud, isolasi bergantung pada konfigurasi Linux user permission. Default-nya aman, tapi kalau Anda salah set permission, risk-nya lebih tinggi.

Skalabilitas: Vertical vs Horizontal

Scaling di Cloudways sangat mudah: slider di dashboard, pilih spesifikasi baru, restart, selesai. Dari 2GB RAM ke 64GB RAM tinggal klik. Tapi hanya vertical scaling. Horizontal scaling (multi-server) butuh arsitektur yang lebih kompleks dan biaya naik signifikan.

RunCloud mendukung vertical scaling secara manual: shutdown, resize di provider console, reboot. Tapi kelebihannya adalah horizontal scaling bisa diotomasi. Anda bisa setup load balancer di server terpisah, connect ke beberapa backend server, semua di-manage dari satu panel RunCloud.

Untuk WordPress biasa, vertical scaling sudah cukup. Tapi untuk WooCommerce high-traffic atau multisite network, fleksibilitas horizontal RunCloud jauh lebih powerful.

Kualitas Dukungan Teknis

Ini poin paling krusial. Cloudways punya 24/7 live chat dengan response time 2-5 menit. Support-nya cukup kompeten untuk masalah umum: 500 error, SSL issue, cache problem. Tapi kalau masalahnya di aplikasi layer (plugin conflict, custom code), mereka akan redirect ke developer Anda.

Baca:  Cloudways Review 2025: Apakah Hosting Cloud Ini Worth It Untuk Umkm?

RunCloud hanya support via ticketing system (email) dengan response 1-4 jam untuk plan Pro. Mereka tidak support masalah aplikasi sama sekali. Hanya masalah panel dan server deployment. Tapi komunitas forum mereka sangat aktif dan developer-friendly.

Pernah satu kali server di Cloudways mengalami kernel panic pukul 2 AM. Live chat selesaikan dalam 30 menit dengan migrasi ke node baru. Di RunCloud, Anda yang harus reboot server via provider console dulu, baru cek log di panel.

Analisis Biaya Nyata

Mari kita hitung untuk server specs serupa (4GB RAM, 2 vCPU, 80GB SSD) di DigitalOcean Singapore:

ItemCloudwaysRunCloud
Server DOIncluded ($24/month)$12/month
Panel FeeIncluded$15/month (Pro plan)
Backup$0.033/GB (offsite)$5/month (RunCloud backup)
CDNCloudflare Enterprise $4.99/domainBeli sendiri (Cloudflare free/pro)
Total per bulan~$29~$32

Cloudways tampak lebih murah untuk setup dasar. Tapi RunCloud lebih murah kalau Anda punya banyak site di satu server. Satu server $12 + RunCloud $15 bisa handle 10-15 WordPress ringan. Di Cloudways, tiap site butuh server instance terpisah atau add-on $1/site.

Biaya hidden: Cloudways markup server DO sekitar 100%. RunCloud tidak markup, tapi Anda bayar panel flat fee. Kalau butuh 10 server, Cloudways $240/month, RunCloud $12×10 + $15 = $135/month.

Use Case: Untuk Siapa Masing-Masing?

Pilih Cloudways jika:

  • Anda freelance atau agency yang butuh deploy cepat tanpa mikir server
  • Client Anda non-teknis dan butuh dukungan 24/7
  • Budget project cukup fleksibel, tidak perlu optimasi ekstrem
  • Website e-commerce dengan traffic fluktuatif butuh scaling instan

Pilih RunCloud jika:

  • Anda developer/sysadmin yang mau kontrol penuh stack server
  • Punya banyak site dengan traffic menengah di satu server
  • Butuh custom configuration (Redis cluster, Elasticsearch, dsb)
  • Budget terbatas tapi skill cukup untuk handle patching manual

Kesimpulan: Mana yang “Terbaik”?

Jujur? Tidak ada jawaban mutlak. Cloudways menang di kemudahan dan dukungan. RunCloud menang di fleksibilitas dan total cost of ownership untuk skala besar.

Untuk 90% user WordPress—blogger, UKM, agency kecil—Cloudways masih pilihan paling masuk akal. Waktu Anda lebih berharga daripada saving $5-10/bulan. Fokus saja ke konten dan marketing, bukan monitoring server.

Tapi kalau Anda developer yang sudah biasa SSH ke server dan punya >5 website aktif, RunCloud adalah investasi jangka panjang yang lebih pintar. Kontrol penuh + biaya transparan akan terasa nikmat setelah lewat masa pembelajaran awal.

Satu saran final: coba keduanya dengan trial. Cloudways punya 3-day free trial. RunCloud punya 7-day money back. Deploy satu staging site, stress test paket keduanya. Pengalaman langsung akan lebih berharga daripada review apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Namecheap Easywp Review: Managed WordPress Paling Murah?

Hosting WordPress managed yang murah tapi nggak murahan itu seperti unicorn: semua…

Google Cloud Hosting Vs Aws Lightsail: Pilihan Mana Yang Lebih Ekonomis?

Kalau kamu lagi bimbang antara Google Cloud Hosting dan AWS Lightsail, cuma…

Wpx Hosting Vs Kinsta: Mana Yang Lebih Cepat Untuk Website Bisnis?

Website bisnis Anda lambat? Itu bukan cuma soal nyaman atau nggak. Setiap…

Digitalocean App Platform Review: Lebih Mudah Dari Vps Biasa?

Deploy aplikasi di VPS rasanya seperti urus server fisik di rak sendiri—SSH,…