Email down lagi? Atau mungkin kamu masih pakai email gratisan untuk urusan bisnis dan baru sadar kalau reputasi profesionalmu jadi taruhan. Sebagai orang yang sudah ngurus puluhan domain dan migrasi email, aku paham betul betapa frustasinya pilih email hosting yang “sepertinya oke” tapi ternyata jadi mimpi buruk. Tenang, kita bedah tiga kandidat terkuat: Google Workspace, Zoho Mail, dan Titan – tanpa basa-bisi marketing.
Kenapa Email Hosting Bukan Sekadar “Email Biasa”
Kalau kamu pikir email hosting cuma soal kirim-terima pesan, waktunya rethink. Email bisnis itu soal deliverability, compliance, dan integrasi workflow. Bayar 50 ribu per user per bulan itu murah kalau bandingkan dengan risiko email masuk spam atau hilangnya deal gara-gara attachment nggak kekirim.
Google Workspace – The Heavyweight Champion
Sudah jadi standar industri. Tapi standar bukan berarti sempurna buat semua orang.
Harga dan Paket
Mulai dari USD 6 per user/bulan untuk Business Starter. Di Indonesia seringnya billing dalam Rupiah lewat reseller, bisa tembus Rp 115-130 ribu per user. Paket tertinggi Enterprise bisa nyampe USD 18 per user – mahal, tapi bawa semua fitur security dan vault.
Performa dan Uptime
Dari monitoringku selama 18 bulan terakhir, uptime Google Workspace stabil di 99.9%+. Tapi pernah ada incident di APAC region yang bikin delay email sampe 2 jam. Itu rare, tapi ketika terjadi, kamu cuma bisa tunggu. Nggak ada support telepon untuk plan paling murah.
Fitur yang Bikin Ketagihan
- Integrasi Google Drive, Calendar, Meet – seamless banget
- Search algorithm Google di email: nggak ada tandingannya
- Mobile apps yang actually usable
- Addon marketplace luas untuk integrasi CRM, project management
Google Workspace itu seperti beli iPhone: mahal, tapi ekosistemnya bikin kamu terjebak dalam ekosistem yang nyaman.
Kelemahan dari Sisi Teknis
Admin panelnya sederhana untuk basic setup, tapi limited customizability untuk kebutuhan enterprise complex. MX record setup memang mudah, tapi SPF, DKIM, DMARC configuration butuh manual work. Dan jangan harap bisa custom retention policy di plan murah.
Zoho Mail – The Underdog yang Nggak Bisa Diremehkan
Zoho sering dianggap “alternatif murah”, tapi mereka punya arsenal lengkap.
Harga yang Bikin Ngiler
Plan gratis untuk 5 user (terbatas fitur). Paid plan mulai dari USD 1 per user/bulan untuk Mail Lite. Versi premiumnya USD 4 per user. Ini harga yang bikin startup ngiler. Billing dalam Rupiah tersedia lewat kartu kredit lokal.
Integrasi Ekosistem Zoho
Kalau kamu pakai Zoho CRM, Zoho Desk, atau Zoho Projects, integrasinya native dan tight. Email bisa di-convert jadi ticket atau lead dengan satu klik. Ini kekuatan utama mereka yang Google dan Titan nggak punya.
Catatan Performa dari Monitoring Saya
Uptime Zoho Mail di sekitar 99.8% – sedikit di bawah Google tapi masih acceptable. Dari pengalaman migrasi 12 domain ke Zoho, rata-rata propagasi dan sync email lancar. Tapi pernah ada case di mana Zoho mail server masuk blacklist SPAMHAUS, bikin deliverability turun sementara.
Pain Points yang Perlu Diketahui
- Mobile apps kurang polished dibanding Gmail
- Search speed lebih lambat kalau mailbox sudah >10GB
- Beberapa ISP lokal di Indonesia pernah block Zoho IP range
- Support response time bisa 24-48 jam untuk tiket biasa

Titan – The New Kid on The Block
Titan ini produk dari DotPe, fokus ke small business dan integrasi dengan website builder.
Harga dan Value Proposition
Mulai dari USD 2.49 per user/bulan kalau bayar tahunan. Harga bulanan USD 2.99. Titan sering bundled gratis kalau kamu beli domain di beberapa registrar tertentu. Ini strategi marketing cerdas buat jaring user base.
Fitur Unik untuk Sales & Startup
Titan punya built-in email templates dan follow-up reminders – fitur sales-oriented yang berguna banget untuk tim kecil. Ada juga read receipts dan email tracking tanpa perlu extension pihak ketiga. Interface-nya mirip Gmail tapi lebih simplified.
Performa di Lapangan
Dari test 6 bulan di 3 domain, uptime sekitar 99.7% – masih di bawah Google dan Zoho. Deliverability ke Gmail dan Outlook oke, tapi ke corporate email dengan strict firewall kadang masuk spam. Servernya mostly di US, jadi latency ke Asia bisa 200-300ms.
Keterbatasan yang Kelihatan
- Ekosistem terbatas. Nggak ada kalender atau drive built-in
- API documentation masih kurang lengkap untuk custom integration
- Mobile app baru ada untuk iOS dan Android, tapi feature parity nggak 100%
- Max attachment size 50MB di semua plan – lebih kecil dibanding kompetitor
Head-to-Head: Bandingkan Langsung di Lapangan
| Parameter | Google Workspace | Zoho Mail | Titan |
|---|---|---|---|
| Harga (per user/bulan) | USD 6 – 18 | USD 1 – 4 | USD 2.49 – 2.99 |
| Storage | 30GB – Unlimited | 5GB – 50GB | 10GB – 30GB |
| Uptime SLA | 99.9% | 99.9% | 99.9% |
| Uptime Realita (monitoring) | 99.9%+ | 99.8% | 99.7% |
| Support | Chat/Email (24/7) | Email/Ticket | Email/Chat |
| Mobile App | Excellent | Good | Fair |
| Max Attachment | 25MB (25MB via Drive) | 50MB | 50MB |
| Calendar | Yes | Yes | No |
| Video Conferencing | Google Meet | Zoho Meeting | No |
| API & Integration | Extensive | Good | Limited |
| Indonesia Data Center | No | No | No |
Use Case Scenarios: Mana yang Cocok untuk Kamu?
Mari kita matchmaking berdasarkan real world scenario.
Startup & UKM Under 10 Orang
Zoho Mail jadi pilihan paling masuk akal. Harga USD 1 per user bikin cash flow aman. Kalau butuh CRM, upgrade ke Zoho One (USD 37 per user) lebih murah daripada beli software terpisah. Titan juga viable kalau timnya sales-heavy dan butuh email tracking.
Perusahaan Menengah 20-100 Karyawan
Google Workspace Business Standard (USD 12 per user) jadi sweet spot. Kolaborasi real-time di Docs dan Sheets itu productivity multiplier yang susah dihitung ROI-nya. Zoho bisa jadi alternatif kalau sudah inves di ekosistem Zoho sebelumnya.
Enterprise & Organisasi Besar
Google Workspace Enterprise atau Zoho Workplace Enterprise. Google menang di global support dan compliance certification (ISO, SOC). Zoho menang di customizability dan pricing. Titan belum enterprise-ready.
Agency & Freelancer
Titan actually menarik buat freelancer yang handle banyak klien. Bisa setup multiple domain di satu dashboard. Atau kalau mau branded banget, Google Workspace dengan domain custom tetap jadi pilihan premium.
Migrasi dan Downtime: Realita Pahit
Migrasi email itu bukan copy-paste. Dari pengalaman migrasi 50+ domain:
- Google Workspace: Migrasi paling smooth via data migration tool, tapi butuh 24-72 jam untuk full sync mailbox besar (>20GB)
- Zoho Mail: IMAP migration works well, tapi kalau dari Exchange on-premise, prepare for headache
- Titan: Migrasi tool masih basic, seringnya harus pakai third-party service seperti BitTitan
Rule of thumb: Selalu lakukan migrasi di weekend. Jangan pernah janjiin zero downtime ke client kalau mailboxnya di atas 50GB. Itu boong.
Kesimpulan: Jangan Cuma Lihat Harganya
Pilih email hosting kayak pilih kendaraan. Toyota Avanza dan Mercedes S-Class dua-duanya bisa antar kamu dari A ke B, tapi pengalaman dan cost of ownership beda jauh.
- Pilih Google Workspace kalau kolaborasi dan ekosistem nomor satu, budget flexible
- Pilih Zoho Mail kalau cost-conscious tapi butuh skalabilitas ke CRM dan business apps
- Pilih Titan kalau kamu tim sales kecil, butuh email tracking, dan nggak mau ribet setup integrasi pihak ketiga
Yang pasti, stop pakai email gratisan untuk bisnis. Domain kamu masuk blacklist nggak ada yang mau tanggung jawab.




