Searching “domain termurah 2025” dan langsung disambut promo 90% off? Tunggu dulu. Sebagai orang yang sudah puluhan tahun ngurus ratusan domain, saya bisa bilang: harga tahun pertama itu marketing trap paling manjur di industri ini. Mari kita buka-buka kalkulasi nyata Namecheap vs GoDaddy untuk tahun 2025.

Harga Perdana vs Renewal: Di Sini Letak Rahasianya
Kedua registrar ini mainnya sama: jual murah di tahun pertama, terus “keplok” di renewal. Tapi besaran selisihnya bikin dompet sakit level beda.
Untuk .com (TLD paling umum), Namecheap biasanya start di $5.98 dengan promo, renewal-nya naik ke $15.88/tahun. GoDaddy? Mulai dari $0.01 atau $4.99 pake kupon, tapi renewal-nya langsung $21.99/tahun. Selisih $6+ itu nggak kecil kalau kamu pegang 10+ domain.
Kasus khusus: domain .id. Namecharge nggak jual .id, jadi GoDaddy (partner Pandi) jadi pilihan utama. Tapi harganya Rp 165.000/tahun tanpa promo, lebih mahal 20-30% dibanding registrar lokal seperti NiagaHoster atau Domainesia. Jadi buat .id, skip both.
TLD niche seperti .xyz, .store, .tech? Namecheap masih juara harga. GoDaddy sering banget nawarin $0.99 pertama tapi renewal bisa tembus $50+.
Tabel Perbandingan Harga Langsung (2025)
| TLD | Namecheap (Tahun 1) | Namecheap (Renewal) | GoDaddy (Tahun 1) | GoDaddy (Renewal) |
|---|---|---|---|---|
| .com | $5.98 | $15.88 | $4.99 | $21.99 |
| .net | $9.98 | $17.48 | $14.99 | $24.99 |
| .org | $7.48 | $17.48 | $9.99 | $22.99 |
| .xyz | $1.98 | $15.88 | $0.99 | $49.99 |
| .id | Tidak tersedia | Rp 165k | Rp 165k | |
Warning Nyata: GoDaddy sering auto-centang fitur tambahan seperti “Domain Protection” +$9.99 dan “Email Forwarding” +$2.99 per tahun. Kalau nggak hati-hati, total checkout bisa 2-3x lipat dari harga iklan.
Biaya Tersembunyi: The Real Budget Killer
Harga domain itu cuma entry fee. Yang bikin bangkrut adalah biaya tambahan yang kamu butuhkan pasti.
WHOIS Privacy: Namecheap kasih gratis selamanya. GoDaddy? Gratis cuma tahun pertama, setelahnya $9.99/tahun. Kalau kamu beli domain pribadi atau bisnis kecil, ini wajib. Nggak ada alasan bayar untuk privasi data di 2025.
SSL Certificate: Namecheap kasih SSL gratis (PositiveSSL) 1 tahun pertama untuk domain baru. GoDaddy? Mahal banget, SSL paling murah start dari $69.99/tahun. Padahal kamu bisa dapet Let’s Encrypt gratis, tapi GoDaddy sengaja bikin ribet installnya di shared hosting mereka.
Transfer Out Fee: Namecheap nggak ada fee transfer keluar. GoDaddy? Nggak ada fee juga, tapi mereka bikin prosesnya 5-7 langkah konfirmasi email yang bikin pengguna awam nyerah. Plus lock domain 60 hari pertama. Ini dark pattern paling sebel.
Pengalaman Manage Domain: UI/UX yang Bikin Betah atau Stress
Dashboard Namecheap itu no bullshit. Login, langsung lihat daftar domain, DNS management di sidebar, semua setting terpusat. Butuh ganti nameserver? 2 menit selesai. DNS propagation juga cepat, biasaanya 5-15 menit udah live.
GoDaddy? Dashboardnya kayak pasar malam. Banner promo sana-sini, constant upsell popup, “Rekomendasi untukmu” di setiap halaman. Butuh 3-4 klik hanya buat akses DNS management. Plus, mereka suka redesign tiap 6 bulan jadi kamu harus belajar lagi.
Kalau kamu developer yang sering main API, Namecheap punya API lengkap dengan dokumentasi jelas. GoDaddy juga punya API tapi rate limitnya lebih kecil dan auth processnya lebih ribet.
DNS Management & Speed
Namecheap pakai DNS anycast global, update propagate di Asia (termasuk Indonesia) rata-rata 8-12 menit. GoDaddy lebih lambat, bisa 30 menit-2 jam. Buat project yang butuh rapid deployment, ini beda nyata.
Support: Siapa yang Beneran Nolong?
Kedua-duanya punya live chat 24/7. Tapi kualitasnya beda langit dan bumi.
Support Namecheap, meskipun kadang nunggu 10-15 menit, tapi agentnya ngerti teknis. Nggak perlu ngulang penjelasan dari nol. Pernah domain kena suspend karena false positive, mereka solve dalam 30 menit.
GoDaddy support? Cepat balas, 2-3 menit udang connect. Tapi 90% agentnya cuma baca script. Masalah DNS rumit sedikit langsung “I’ll escalate this to our advanced team” dan kamu harus tunggu email 24-48 jam. Buat bisnis kritis, ini bikin panik.
Plus, GoDaddy support sering banget nyelipin “By the way, kami lihat kamu belum aktifin Domain Protection…” di akhir chat. Sales pressure sampe ke support.
Fitur Tambahan: Apa yang Bisa Dibelikan?
Kedua registrar sekarang jual hosting, email, security. Tapi mari kita realistis: hosting mereka mediocre at best.
Namecheap Hosting: Shared hosting start $1.98/bln, tapi servernya di US, speed ke Indonesia agak lambat. Uptime 99.9% (terbukti di monitor saya). Support cuma via ticket, nggak ada phone. Cocok buat website personal atau staging.
GoDaddy Hosting: Lebih mahal, start $5.99/bln. Tapi mereka punya data center Asia (Singapore) jadi speed lebih baik ke Indonesia. Sayangnya, resourcesnya terbatas banget, dan upsell SSL + backup + security tiap login.
Email Hosting: Namecheap pakai Private Email, start $0.99/bln per mailbox. GoDaddy pakai Microsoft 365, lebih mahal tapi familiar. Kalau kamu udah pakai Google Workspace, lewati aja fitur ini dari keduanya.
Insider Tip: Jangan pernah beli hosting dari registrar hanya karena “satu atap”. Pergunakan mereka untuk domain doang. Hosting mending beli di provider khusus seperti AWS, DigitalOcean, atau local provider Indonesia (IDCloudhost, Niagahoster) yang punya DC di Jakarta.
Rekomendasi Berdasarkan Use Case Nyata
Kalau Kamu Blogger/Personal Branding
Namecheap tanpa pikir panjang. Gratis WHOIS privacy + SSL + UI bersih. Hemat $10-15 per domain per tahun. Buat 3-5 domain portfolio, ini saving signifikan.
Kalau Kamu Pemilik UMKM/Bisnis Lokal
Beli .com/.net di Namecheap. Tapi kalau butuh .id, beli langsung di registrar lokal (Niagahoster/Domainesia) lalu point nameserver-nya. Jangan tergoda pakai GoDaddy “biar satu atap”. Manage domain .id di GoDaddy malah lebih mahal dan ribet.
Kalau Kamu Developer/Agency
Namecheap dengan API-nya. Bisa automate domain procurement untuk klien. Plus, bulk pricing lebih jelas. GoDaddy punya discount club tapi harus bayar membership $120/tahun dulu. Nggak worth it kecuali kamu beli >50 domain/tahun.
Kalau Kamu Domain Investor
GoDaddy Auctions masih marketplace terbesar untuk beli expired domain. Tapi untuk register baru, tetap Namecheap. Banyak investor pakai strategi: beli di Namecheap, jual leluasa di GoDaddy Auctions kalau mau flip.
Kesimpulan: Mana yang Termurah?
Jawaban singkat: Namecheap lebih murah dalam 99% kasus, terutama kalau hitung total cost of ownership 3-5 tahun.
GoDaddy cuma “terlihat murah” di tahun pertama dengan trik marketing. Tapi renewal, WHOIS privacy, SSL, dan waktu kamu terbuang ngeyelak upsell, semua itu adalah biaya tersembunyi yang nggak muncul di tagihan.
Exception: GoDaddy cuma menang kalau kamu butuh .id + hosting Singapore + nggak peduli dengan privacy. Tapi itu kombinasi langka.
Final Verdict: Daftar domain di Namecheap, hosting di provider lain, dan kelola DNS dengan Cloudflare (gratis). Ini stack paling murah, cepat, dan aman untuk 2025. Jangan jatuh cinta sama registrar, jatuh cinta sama performa dan transparansi.
Satu catatan terakhir: selalu cek promo di RetailMeNot atau Honey sebelum checkout. Kadang Namecheap kasih kode tambahan 10-20% off untuk transfer domain. Dan pastikan auto-renewal di-offkan dulu kalau kamu belum yakin commit long-term. Happy hunting!




